Hari Ini, Rektorat UIKA Bogor Klarifikasi Mahasiswi yang Mengaku Dapat Perlakuan Mesum dari Oknum Dosen

BOGORIN.ID – Pihak Rektorat Kampus UIKA Bogor buka suara soal curhatan seorang yang mengaku mahasiswi mendapat perlakuan mesum dari seorang Dosen di kampus tersebut. Wakil Rektor III Bidang Pengelolaan Sumberdaya UIKA, Dedi Supriadi mengatakan, pihaknya telah mengetahui video viral yang diunggah melalui akun tiktok @mahasiswauika.

“Kam akan klarifikasi pada dosen bersangkutan dan mencari mahasiswi itu supaya ada keterangan dari dua belah pihak. Kasus ini perlu diselidiki seoptimal mungkin,” terang Dedi Supriadi kepada wartawan.

Rencananya klarifikasi akan dilakukan hari ini, Senin 2 Oktober 2023. Koordinasiakan dilakukan di tingkat Kampus UIKA Bogor pada pukul 08.00 WIB dan kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama para wakil dekan 3 pada pukul 11.00 WIB. Pihak Kampus juga akan memanggil dosen yang disebut dalam curhatan tersebut dan juga meminta keterangan langsung dari pihak mahasisiwi yang mengaku sebagai korban.

“Jika betul, pasti kami akan lakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku di Kampus UIKA. Pelaku bisa diberhentikan,” tegas dia.

Sebelumnya, curhatan seorang yang mengaku mahasiswi UIKA Bogor viral di Jagat Maya. Melalui akun Tiktok @mahasiswauika, menyebutkan bahwa salah satu mahasiswi memberanikan diri untuk mempublis kelakuan dosennya itu.

“Hari ini aku mulai memberanikan diri untuk speak-up karena aku sudah tidak tahan lagi pendam ini semua. Entah apa yang ada di dalam pikiran dosenku yang terus menerus mengajak aku untuk,” ungkap unggahan itu.

Kemudian, dalam postingan tersebut disampaikan bahwa sang dosen tak habisnya mengajak mahasiswi yang tidak disebutkan namanya itu untuk melakukan enam hal. Berikut poinnya yang disampaikan:

  1. Video call
  2. Chatting Whatsapp dengan menyuruhku untuk mengirim photo ku yang tidak berbusana.
  3. Terkadang mengirim pesan atau pesan suara dengan sebutan “yang/yg”
  4. Mengajak bertemu berdua di luar kampus. Entah di Puncak, Reddorz, Bekasi, Sukabumi. Yang jelas, mengajak untuk bertemu berdua di tempat sepi yang jauh dari mahasiswa.
  5. Ketika bertemu dosenku di kampus dengan temanku M, beliau ini selalu mengarahkan pandangan matanya ke dada temanku dengan tatapan mesum.
  6. Beliau sering tiba-tiba mengirim photo selfie/aktivitasnya.

Dalam akhir postingan, ia berharap pihak kampus melindunginya karena telah mempublikasikan perlakuan dosen mesum tersebut.

“Aku berharap dapat segera lulus dari kampus ini dan mendapatkan perlindungan dari pihak kampus. Terima kasih,” tutup dia.

Tinggalkan Balasan