Bogorin.id – Pemerintah Kabupaten Bogor berencana mengabadikan nama Laksamana Raden Eddy Martadinata sebagai nama jalan di kawasan Puncak, Cisarua. Rencana ini muncul sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa sang pahlawan nasional yang gugur dalam kecelakaan helikopter di wilayah tersebut pada 6 Oktober 1966.
RE Martadinata merupakan tokoh penting dalam sejarah kemaritiman Indonesia. Ia dikenal sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) keempat dan menjadi motor penguatan armada laut pada era awal kemerdekaan. Karier militernya dimulai sejak masa revolusi kemerdekaan, ketika ia turut membentuk cikal bakal Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).
Kisah tragisnya berakhir di langit Puncak, Bogor. Pada Oktober 1966, saat menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Pakistan, Martadinata kembali ke tanah air untuk menghadiri Hari ABRI (sekarang TNI). Namun nahas, helikopter Aérospatiale Alouette II yang ditumpanginya jatuh di kawasan Riung Gunung, Cisarua. Peristiwa itu merenggut nyawanya, hanya beberapa bulan setelah ia melepas jabatan KSAL.
Jatuhnya pesawat yang dipiloti RE Martadinata di kawasan Puncak, juga telah diabadikan dalam bentuk tugu peringatan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa pengabadian nama RE Martadinata sebagai nama jalan adalah bentuk penghormatan sejarah lokal yang berdampak nasional.
“Kita ingin masyarakat Kabupaten Bogor tidak melupakan jasa para tokoh bangsa. Salah satunya dengan mengabadikan nama mereka di fasilitas milik pemerintah daerah,” ujar Rudy pada Minggu, 11 Mei 2025.
Rudy menegaskan bahwa proses penggantian nama-nama jalan dan fasilitas publik masih dalam tahap administrasi dan komunikasi dengan ahli waris masing-masing tokoh.
“Kita sedang bersurat kepada pihak keluarga. Harapannya, jika mereka berkenan, maka nama-nama tokoh besar ini bisa resmi menjadi bagian dari wajah Kabupaten Bogor,” pungkas Rudy.
Jejak RE Martadinata memang telah lama diabadikan dalam sejarah militer Indonesia. Selain menjadi nama kapal fregat canggih KRI R.E. Martadinata-331, namanya juga digunakan untuk lembaga pendidikan militer dan fasilitas kesehatan TNI AL.*














