Bogorin.id – Menjaga kesehatan ternak bukan sekadar memastikan domba mendapatkan pakan setiap hari. Bagi peternak, mengenali penyakit sejak dini menjadi kunci agar ternak tetap sehat, produktif, dan mampu menopang penghasilan keluarga.
Hal inilah yang terus dibangun Program Studi Paramedik Veteriner, Sekolah Vokasi IPB University, melalui pendampingan kepada peternak domba di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Kali ini, para peternak diajak lebih dekat mengenali penyakit parasit sekaligus mempelajari cara sederhana untuk mengendalikannya.
Kegiatan bertajuk “Penyuluhan dan Pelatihan: Penyakit Parasit dan Pengendaliannya pada Domba” tersebut merupakan bagian dari rangkaian awal Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Terpusat dan Terpadu Sekolah Vokasi IPB Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan digelar bersama Kelompok Tani Dewasa (KTD) Alam Jaya Makmur di Desa Lembur Sawah RT 02/RW 02, Kelurahan Mulyaharja, Jumat (25/9/2026). Hadir Ketua KTD Alam Jaya Makmur Ahmad Jaelani, Ketua RT 02, para peternak domba, dosen, serta mahasiswa Program Studi Paramedik Veteriner.
Ketua tim PPM Program Studi Paramedik Veteriner, drh. Tetty Barunawati Siagian, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari pendampingan sebelumnya yang membekali peternak cara membedakan ciri-ciri domba sehat dan sakit.
“Setelah peternak mengenal tanda-tanda domba yang sehat dan sakit, pada kegiatan ini kami mengajak peternak mengenali ciri-ciri domba dan kambing yang terinfeksi parasit, baik akibat kutu, tungau, protozoa, maupun cacing,” kata Tetty.
Menurutnya, kemampuan mengenali penyakit sejak awal sangat penting. Peternak yang memahami gejala dapat mengambil langkah pengendalian dengan lebih tepat sebelum penyakit berkembang dan mengganggu kondisi ternak.
Sebab, domba yang sehat bukan hanya soal kesehatan hewan. Kondisi tersebut juga berkaitan langsung dengan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan.
“Dengan ternak yang sehat, performa dan produktivitas domba diharapkan meningkat sehingga turut mendukung kesejahteraan peternak,” ujarnya.
Tidak berhenti pada pengenalan penyakit, para peternak juga mendapatkan pelatihan mengenai cara pemberian rumput yang tepat sebagai salah satu upaya membantu mencegah infeksi cacing.
Pengetahuan sederhana itu perlahan mulai mengubah kebiasaan peternak dalam merawat ternaknya.
Ketua KTD Alam Jaya Makmur, Ahmad Jaelani, mengatakan pendampingan IPB sebelumnya telah memberikan dampak terhadap praktik pemeliharaan domba di kelompoknya.
Salah satunya adalah kebiasaan melayukan rumput terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak sebagai bagian dari upaya mencegah kecacingan.
Bagi para peternak, perubahan kecil dalam cara merawat ternak bisa menjadi langkah penting. Sebab, semakin baik pengetahuan peternak, semakin besar pula peluang ternak tumbuh sehat dan produktif.
Pendampingan ini pun tidak berhenti sebagai kegiatan penyuluhan satu kali. Program Studi Paramedik Veteriner Sekolah Vokasi IPB berupaya membangun proses belajar yang berkelanjutan bersama masyarakat peternak.
Dari kandang-kandang sederhana di Mulyaharja, pengetahuan tentang kesehatan hewan terus ditanamkan. Harapannya, domba yang lebih sehat akan menghasilkan usaha peternakan yang lebih kuat, sekaligus membuka jalan menuju kesejahteraan peternak dan keluarganya.













