Bogorin.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, dan masyarakat bergerak cepat menangani kebakaran di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk melokalisir sejumlah titik api yang masih mengeluarkan asap.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, api sempat merembet ke sejumlah titik di sekitar kawasan TPA Galuga. Namun, penanganan lintas unsur membuat kobaran api berangsur dapat dikendalikan.
“Jam 11 malam, titik api cukup banyak. Lalu kita tangani bersama-sama dengan TNI, Polri, Damkar, BPBD, dan beberapa kelompok masyarakat. Jam 12 malam, api sudah mulai dapat dikendalikan. Jam 3 pagi, titik api sudah berkurang cukup banyak. Lalu jam 5 pagi, titik api sudah berkurang lebih banyak lagi,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, TPA Galuga merupakan kawasan pembuangan sampah yang dimanfaatkan oleh Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Dari total kawasan tersebut, sekitar 4 hektare berada di wilayah Kabupaten Bogor dan 38 hektare merupakan wilayah Kota Bogor.
Untuk mempercepat proses pemadaman, penanganan dari udara turut dilakukan dengan dukungan TNI Angkatan Darat melalui Halang Pos Atang Senjaya menggunakan helikopter untuk water bombing.
“Kita bersama-sama berupaya agar titik-titik api yang masih mengeluarkan asap bisa kita lokalisir dan padamkan,” katanya.
Rudy memastikan api tidak merambat ke area TPA Galuga yang baru. Pemkab Bogor bersama unsur terkait telah membuat parit dan batas pengamanan sebagai sekat agar api tidak menjalar ke area persampahan tersebut.
“Karena dari tadi malam kita membuat parit, membuat batasan, sehingga api tidak menjalar masuk ke area persampahan yang baru,” jelasnya.
Berdasarkan inventarisasi hingga Selasa pagi, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Rudy menegaskan, area tersebut berada di luar kawasan TPA Galuga.
“Luasan yang terbakar sampai tadi pagi kita inventarisir bersama-sama kurang lebih sekitar 5 hektare. Tetapi bukan di dalam kawasan TPA Galuga, melainkan di kawasan luar TPA Galuga,” ungkapnya.
Selain pemadaman, Pemkab Bogor juga memprioritaskan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi. Inventarisasi warga telah dilakukan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang berada di titik-titik api.
Rudy menjelaskan, tidak terdapat permukiman di dalam kawasan TPA Galuga. Namun, terdapat sejumlah gubuk yang biasa digunakan masyarakat untuk beristirahat saat mencari nafkah di sekitar TPA. Gubuk-gubuk tersebut telah dikosongkan guna mengantisipasi risiko keselamatan.
“Memang tidak ada perkampungan di dalam TPA Galuga, perkampungannya di luar. Tetapi ada beberapa gubuk-gubuk yang digunakan untuk istirahat beberapa masyarakat yang mencari nafkah di TPA Galuga. Kemarin sore sudah kita kosongkan bersama-sama,” katanya.
Rudy memastikan kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran di TPA Galuga,” pungkasnya.













