Bogorin.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperkuat pendidikan madrasah di Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui rencana revitalisasi madrasah-madrasah Mathla’ul Anwar yang akan dilakukan pada 2027. Komitmen tersebut disampaikan Rudy saat menghadiri Temu Akbar 110 Tahun Mathla’ul Anwar bertajuk Tebar Mawar 110 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (12/8/).
Bupati Rudy Susmanto mengatakan, keberadaan madrasah memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa. Terlebih, madrasah yang dikelola Mathla’ul Anwar telah hadir hingga ke berbagai pelosok wilayah Kabupaten Bogor.
“Pemerintah Kabupaten Bogor sangat terbantu oleh peran Mathla’ul Anwar dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Rudy.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan oleh pemerintah belum sepenuhnya dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Karena itu, keberadaan madrasah menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Kita menyadari bahwa sekolah-sekolah yang dibangun pemerintah belum sepenuhnya dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah Kabupaten Bogor. Tetapi Alhamdulillah, melalui madrasah-madrasah yang didirikan dan dikelola Mathla’ul Anwar, pendidikan dapat hadir hingga ke ujung-ujung kampung dan wilayah perbatasan,” jelasnya.
Rudy menegaskan, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan madrasah, Pemkab Bogor bersama DPRD Kabupaten Bogor akan melakukan revitalisasi madrasah-madrasah Mathla’ul Anwar pada 2027.
“Insya Allah, pada tahun 2027, Pemkab Bogor bersama DPRD Kabupaten Bogor, dan seluruh jajaran terkait akan turut melakukan revitalisasi madrasah-madrasah Mathla’ul Anwar yang ada di Kabupaten Bogor,” katanya.
Ia menekankan bahwa revitalisasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus Kabupaten Bogor.
“Ini bukan hanya tentang membangun gedung. Ini adalah tentang membangun tempat anak-anak kita belajar, tentang membangun masa depan generasi Kabupaten Bogor, dan pada akhirnya tentang membangun masa depan bangsa Indonesia,” ungkap Rudy.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Mathla’ul Anwar yang telah berusia 110 tahun. Organisasi tersebut berdiri pada 10 Agustus 1916, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Menurut Rudy, perjalanan panjang Mathla’ul Anwar tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Para kiai, ulama, pimpinan pondok pesantren, dan keluarga besar Mathla’ul Anwar turut mengambil bagian dalam perjuangan memerdekakan Indonesia.
“Pembangunan Kabupaten Bogor membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” tandasnya.
Rudy mengajak keluarga besar Mathla’ul Anwar, para kiai, ulama, guru, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting untuk mewujudkan Kabupaten Bogor yang maju dan sejahtera dengan tetap menjaga nilai-nilai agama, persatuan, dan kebangsaan.
Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bogor, Pimpinan DPRD Kabupaten Bogor, Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Ketua DMI Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor beserta jajaran, serta para ulama, kiai, tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi kemasyarakatan se-Kabupaten Bogor.(TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)









