Bapak Pembangunan Kabupaten Bogor, Bupati Rudy Susmanto memerintahkan SKPD terkait untuk menambah alokasi anggaran untuk program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Langkah ini diambil sebagai bentuk percepatan penanganan masalah permukiman tidak layak bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini didasari oleh banyaknya jumlah rumah tidak layak yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Berdasarkan data yang kami terima, jumlah rumah tidak layak huni se-Kabupaten Bogor mencapai 14.000 unit. Kalau setiap tahun kita hanya menganggarkan 100 rumah, dalam lima tahun baru bisa menyentuh 500 unit,” ujar Rudy pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Ia menegaskan, percepatan penanganan Rutilahu sangat penting agar pemerintah daerah mampu menyelesaikan persoalan ini dalam waktu yang lebih cepat. Kebijakan penambahan jumlah penerima bantuan pun telah mendapat persetujuan dari DPRD Kabupaten Bogor.
“Kita berupaya menganggarkan lebih besar untuk program Rutilahu, terutama menjelang akhir tahun. Meskipun anggaran ini sifatnya stimulus, tetapi semangat gotong royong masyarakat akan melengkapi intervensi pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini,” tambah Rudy.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengungkapkan bahwa pada tahun ini jumlah bantuan stimulus Rutilahu mengalami peningkatan signifikan.
“Tahun ini ada penambahan sebanyak 2.750 unit. Jadi total bantuan Rutilahu tahun 2025 mencapai 3.000 unit,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, setiap penerima bantuan akan memperoleh dana stimulus senilai Rp20 juta per Kepala Keluarga (KK) atau per unit rumah yang akan direhabilitasi.
“Per KK mendapat Rp20 juta,” singkat Eko.
Dengan penambahan anggaran ini, Pemkab Bogor berharap program Rutilahu dapat menjangkau lebih banyak warga dan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan manusiawi.














