BOGORIN.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada Asmawa Tosepu. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusinya selama menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bogor.
Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BNNK Bogor, AKBP Renny Puspita, di ruang kerja Bupati, Cibinong, pada Selasa.
“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan dukungan Bapak Pj Bupati selama pelaksanaan program P4GN di Kabupaten Bogor. Dukungan beliau sangat berarti dalam berbagai kegiatan pencegahan narkoba,” kata AKBP Renny dalam sambutannya.
Selama masa jabatannya, Asmawa Tosepu telah berhasil mendorong sejumlah program penting terkait pencegahan narkoba di wilayah Bogor. Salah satu pencapaian yang menonjol adalah deklarasi Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba) di SD dan SMP se-Kabupaten Bogor, yang jumlahnya tercatat sebagai yang terbanyak di Jawa Barat. Bahkan, kerjasama dengan Densus 88 untuk program Sekolah Bersinar ini merupakan yang pertama di Indonesia.
AKBP Renny juga menyoroti keberhasilan Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Desa Gunungputri yang dinobatkan sebagai yang terbaik di Indonesia. Tak hanya itu, Desa Ciangsana di Kecamatan Gunungputri juga meraih penghargaan sebagai Desa Bersih Narkoba terbaik di tingkat nasional.
Di bawah kepemimpinan Asmawa, Pemkab Bogor juga menginisiasi pembentukan 20 Desa Bersih Narkoba dengan dukungan anggaran hibah, jauh di atas target pusat yang hanya dua desa. Selain itu, Klinik Pratama BNNK Bogor berhasil meraih akreditasi paripurna, didukung oleh dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Menanggapi penghargaan ini, Asmawa Tosepu menyatakan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung upaya pencegahan narkoba di Bogor. “Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim dan masyarakat Kabupaten Bogor yang telah bekerja keras dalam memerangi narkoba. Semoga kolaborasi ini terus berjalan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” ujarnya.
AKBP Renny menambahkan bahwa kontribusi Pemerintah Kabupaten Bogor telah membantu menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia, yang turun dari 1,95 persen menjadi 1,75 persen berdasarkan hasil penelitian BNN dan BRIN.








